Rahasia Hidup Sehat Nabi Muhammad SAW

Dalam banyak buku sejarah, Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai sosok yang sangat sehat. Hanya ada dua momen beliau mengalami sakit, pertama ketika beliau ditakdirkan terkena sihir. Fenomena itulah yang kemudian menjadi sebab turunnya surat Al-Falaq.

Kedua, menjelang kematian Nabi Muhammad SAW, beliau mengalami demam tinggi hingga akhirnya meninggal. Seperti itulah gambaran kesehatan Nabi Muhammad semasa hidupnya. Bahkan sebelum diangkat menjadi seorang Nabi, semua buku sejarah tidak menjelaskan apakah Nabi Muhammad SAW pernah sakit atau tidak.

Sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, yang diceritakan dalam buku-buku sejarah kenabian, Nabi tidak pernah meminum arak (khamr) semasa muda. Sekalipun lingkungan mmasyarakat saat itu sangat dekat dengan tradisi minum khamr.

Pernah diceritakan, Nabi Muhammad muda, sebelum diangkat menjadi Nabi dan rasul, diajak oleh teman-temannya untuk datang ke sebuah pesta. Tentu dalam pesta tersebut tersedia minuman keras, bahkan penari wanita. Tapi saat itu, Allah SWT membuat Nabi Muhammad mengantuk dan tertidur hingga pesta selesai.

Artinya, sejak muda, Nabi Muhammad tidak hanya terjaga dari hal yang haram. Tapi juga terjaga dari hal-hal yang tidak menyehatkan. Seperti yang dimaklumi bersama, dalam kacamata medis, alkoholisme memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satu penyakit yang dapat timbul adalah sirosis hepatis, atau secara sederhananya pengerasan hati.

Selain karena dijaga oleh Allah SWT dari hal-hal yang buruk, Nabi Muhammad SAW memiliki kedisiplinan dalam pola makan. Inilah yang disinyalir kemudian, sebagai alasan Nabi Muhammad SAW hampir tidak pernah sakit semasa hidupnya. Beliau mengajarkan umatnya untuk makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Tentu, ajaran ini sudah beliau kerjakan sebelum diajarkan pada umatnya.

Makan sebelum kita lapar, artinya tidak membuat lambung kita kosong. Sehingga menurunkan resiko terjadinya luka lambung yang dikenal maag. Ketika luka lambung semakin besar dan parah, maka bisa membuat asam lambung naik ke arah kerongkongan, dan menyebabkan panas di area dada, hingga sesak napas. Kondisi inilah yang dikenal masyarakat sebagai asam lambung naik, atau dalam istilah medis dikenal Gastroesophageal Reflux Desease (GERD).

Ketika lambung terlalu penuh dengan air atau makanan, maka isi lambung akan menekan otot lambung sehingga menimbulkan penuh di perut. Jika isi lambung terlalu sering penuh, makanan yang ada dalam lambung akan memaksa gerbang atas lambung, sfingter esophageal, terbuka dan isi lambung akan naik ke arah kerongkongan.

Jika hal ini terjadi terus menerus, gerbang atas lambung yang tersusun dari otot akan melemah, sehingga munculah penyakit dispepsia. Kondisi dimana seseorang tidak bisa menelan makanan. Itu adalah dua kondisi yang bisa dialami oleh seseorang ketika tidak mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Tentu masih banyak lagi dampak kesehatan dari ajaran tersebut. Hanya saja tidak dapat dijelaskan dalam tulisan ini. Bagaimanpun juga, Nabi Muhammad SAW menjaga pola makannya sehingga beliau bisa ada dalam kondisi yang selalu sehat.

34 Views

Imam Maula Fikri, S.Kep.

Content Writer

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Gelombang Ke-3 dari 30 April s/d 30 Juni 2024

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick
  • Uncategorized

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2024 | SMK Kesehatan Bhakti Insani | All Rights Reserved