Kawasan Alam Ngariung menjadi saksi antusiasme generasi muda dalam bidang gastronomi pada hari Senin, 25 Mei 2026. Ajang kompetisi memasak bertajuk Master Chef Alam Ngariung tingkat SMA dan SMK sukses diselenggarakan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Perlombaan bergengsi ini dihadiri oleh 14 tim perwakilan dari berbagai sekolah yang berbeda, berkumpul untuk saling unjuk kebolehan dan memperebutkan gelar juara dalam mengolah sajian Nusantara.
Pada kompetisi kali ini, pihak penyelenggara mengusung tema kuliner khas Sunda dengan memberikan tantangan spesifik kepada seluruh peserta. Bahan baku utama yang wajib digunakan adalah ikan. Setiap tim dituntut untuk mampu mengkreasikan bahan dasar tersebut menjadi hidangan olahan ikan khas Sunda yang otentik. Tantangan ini didesain tidak hanya untuk menguji kemampuan teknis memasak, tetapi juga pemahaman peserta terhadap kekayaan bumbu rempah tradisional serta kreativitas mereka dalam menyajikan hidangan yang bernilai jual tinggi.
Untuk memastikan kelancaran acara dan memberikan ruang kerja yang optimal bagi para peserta, dewan juri dan panitia membagi jalannya perlombaan ke dalam dua sesi utama. Sesi pertama berlangsung secara intens mulai pukul 08.30 hingga 09.15 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua pada pukul 09.30 hingga 10.15 WIB. Dalam durasi 45 menit yang cukup singkat tersebut, para siswa dipacu untuk bekerja dengan cepat, tepat, dan tetap menjaga standar kebersihan di bawah tekanan kompetisi.
Puncak acara yang paling dinantikan terjadi pada pukul 11.30 WIB, saat dewan juri bersiap mengumumkan hasil penilaian akhir. Setelah melewati proses penjurian yang ketat dan objektif terhadap cita rasa, teknik pengolahan, dan presentasi hidangan. Dari 14 tim yang bertanding, perwakilan ekstrakurikuler kuliner dari SMK Kesehatan Bhakti Insani yaitu Ayra Riany Althafunnisa dari kelas 10 Keperawatan 2 dan Angel Priscilla dari kelas 10 Farmasi berhasil menorehkan prestasi gemilang. Tim tersebut secara resmi diumumkan sebagai peraih Juara 2, membuktikan kapabilitas dan keterampilan teknis mereka di dapur kompetisi.
Pencapaian yang diraih oleh ekskul kuliner SMK Kesehatan Bhakti Insani ini menjadi bukti nyata dari kualitas pembinaan keterampilan vokasional siswa di sekolah tersebut. Secara keseluruhan, perhelatan Master Chef Alam Ngariung ini dinilai sukses besar, tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi, melainkan juga sebagai wadah edukatif strategis untuk melestarikan warisan kuliner lokal Tanah Pasundan di kalangan generasi penerus.




