BERITA TERBARU

Berita / Artikel

Usia Muda Bukan Jaminan Bebas Penyakit! Kenali Bahaya Hipertensi dan Diabetes

Siapa bilang penyakit kronis hanya mengancam mereka yang sudah lanjut usia? Faktanya, hipertensi dan diabetes melitus kini menjadi masalah kesehatan yang juga perlu diwaspadai oleh masyarakat di usia produktif, termasuk mereka yang berusia 30-an tahun. Di tengah kesibukan bekerja, mengejar karier, dan menjalani berbagai aktivitas, banyak orang tanpa sadar mulai mengabaikan kondisi kesehatannya. Padahal, kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana bisa menjadi salah satu faktor pemicu munculnya penyakit di kemudian hari.

Fenomena ini menjadi perhatian karena banyak orang merasa dirinya sehat selama masih mampu bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Padahal, beberapa penyakit kronis dapat berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Akibatnya, seseorang sering kali baru menyadari kondisi kesehatannya setelah melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, dr. Muchammad Arief Gunawan, SpOK, sebagaimana dikutip dari informasi yang diberikan, meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes pada usia 30-an dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola hidup, stres, hingga kurang tidur.

Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan menjalani sedentary lifestyle atau gaya hidup kurang gerak. Banyak pekerja, khususnya yang bekerja di kantor atau work from office (WFO), menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di depan komputer. Jika kebiasaan ini terus berlangsung tanpa diimbangi aktivitas fisik, risiko gangguan metabolisme, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung dapat meningkat.

Selain itu, pola makan yang tidak seimbang juga menjadi faktor penting. Kesibukan sering membuat seseorang memilih makanan cepat saji, makanan tinggi garam, minuman manis, serta makanan tinggi lemak. Apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan kadar gula darah.

Faktor lainnya adalah stres dan kurang tidur. Tekanan pekerjaan, tuntutan tanggung jawab, hingga persoalan pribadi dapat memengaruhi kondisi tubuh apabila tidak dikelola dengan baik. Kurangnya waktu istirahat juga dapat mengganggu keseimbangan metabolisme serta meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Sebenarnya, langkah pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Pertama, rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan. Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu. Bagi pekerja yang banyak duduk, sempatkan berdiri dan bergerak secara berkala.
  • Kedua, menjaga pola makan sehat dan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, serta makanan bergizi. Kurangi makanan tinggi garam, gula tambahan, dan lemak jenuh. Jangan terlalu sering mengandalkan makanan cepat saji sebagai menu sehari-hari.
  • Ketiga, mengelola stres dan memenuhi kebutuhan tidur. Luangkan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Usahakan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.
  • Keempat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Jangan menunggu tubuh terasa sakit untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta mendeteksi kemungkinan gangguan sejak dini. Terlebih lagi, hipertensi dan diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
  • Kelima, hindari kebiasaan merokok dan terapkan gaya hidup sehat secara konsisten. Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, sementara kebiasaan hidup tidak sehat dapat memperburuk kondisi kesehatan dalam jangka panjang.

 

Meningkatnya risiko penyakit kronis pada usia produktif menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak boleh menunggu hingga usia lanjut. Kesibukan pekerjaan, tuntutan karier, dan aktivitas sehari-hari memang penting, tetapi kesehatan tetap harus menjadi prioritas.Jangan sampai terlalu sibuk mengejar kesuksesan hingga lupa menjaga kesehatan diri sendiri. Mulailah dari perubahan kecil, seperti lebih banyak bergerak, mengatur pola makan, tidur cukup, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Sebab, tubuh yang sehat merupakan salah satu modal utama untuk menjalani kehidupan yang produktif dan meraih masa depan yang lebih baik.

6 Views

Lhatifah Zahra

Content Writer

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Gelombang 3 dari 01 April s/d 30 Juni 2026

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved