Depok – Kesehatan mental menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan, terutama bagi para siswa yang menghadapi jadwal praktik dan akademik yang padat. Menanggapi hal tersebut, SMK Kesehatan Bhakti Insani sukses menyelenggarakan seminar khusus bagi siswa/i kelas XI pada Rabu, 12 November 2025.
Dengan mengangkat tema inspiratif “Kenali, Hadapi, Pulihkan: Mengatasi Burnout di Kalangan Siswa SMK”, acara ini bertujuan untuk memberikan bekal emosional bagi siswa agar tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan mental.
Mengupas Tuntas Burnout Bersama Ahlinya:
Hadir sebagai pembicara utama, Isna Sulastia Rahmah, S.Pd., Kons., seorang konselor profesional yang berpengalaman di bidangnya. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa burnout bukan sekadar rasa lelah biasa, melainkan kondisi kelelahan secara fisik, mental, dan emosional akibat tekanan yang berkepanjangan.
”Siswa SMK, khususnya di bidang kesehatan, memiliki tanggung jawab besar. Penting bagi mereka untuk mengenali tanda-tanda stres sejak dini, tahu cara menghadapi tekanan tersebut, dan bagaimana proses memulihkan diri agar semangat belajar tetap terjaga,” ujar Isna di hadapan ratusan siswa/i yang antusias.
Edukasi Melalui Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R)
Tak hanya sekadar pemaparan materi, acara ini juga menjadi panggung bagi Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) SMK Kesehatan Bhakti Insani. Tim PIK-R turut aktif memberikan edukasi sebaya kepada rekan-rekan mereka.
Kehadiran PIK-R di sekolah ini berfungsi sebagai wadah bagi siswa/i untuk:
- Berkonsultasi mengenai permasalahan remaja secara terbuka.
- Mendapatkan informasi yang akurat tentang kesehatan reproduksi dan napza.
- Membangun dukungan antarsiswa (peer support) untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara sosial.
4. Membangun Generasi Kesehatan yang Tangguh
Pihak sekolah berharap melalui seminar ini, siswa/i kelas XI yang sebentar lagi akan memasuki fase Praktek Kerja Lapangan (PKL) memiliki mental yang lebih kuat. Dengan memahami cara mengatasi burnout, diharapkan tidak ada lagi siswa yang merasa kewalahan dalam menyeimbangkan antara tugas sekolah dan kesehatan pribadi.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan simulasi relaksasi singkat untuk membantu siswa meredakan ketegangan saraf setelah seharian beraktivitas.









