Berita / Artikel

Bersabar, Semua Ada Waktunya!

Dalam melaksanakan Ibadah Puasa, terutama di bulan Ramadhan, kita dituntut untuk selalu bersabar. Bukan hanya bersabar menunggu waktu berbuka puasa, namun juga bersabar atas segala sesuatu yang dapat membuat kita marah. Salah satu sebabnya adalah output dari ibadah puasa itu sendiri, menjadi orang yang bertakwa. Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, salah satu ciri orang yang bertakwa adalah mampu menahan amarah.

Sabar memang bukan perkara yang mudah, namun dengan bersabar membuat kehidupan manusia menjadi lebih indah. Saking pentingnya rasa sabar, Allah SWT memerintahkan umat islam untuk meminta pertolongan terhadap sholat dan Sabar. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu (QS. Al-Baqarah : 45).

Dalam sebuah mahfudzot, pepatah bahasa arab, sabar diibaratkan seperti buah shibr, namun dampaknya lebih manis dari madu. Buah shibr merupakan buah dengan rasa yang amat pahit. Perumpamaan ini menunjukan betapa tidak mudah untuk bersabar. Ketika kita berlatih untuk menjadi orang yang sabar, kita diibaratkan memakan buah yang amat pahit. Namun hasil akhir dari kepahitan bersabar adalah rasa manis yang tiada tara. Lebih manis daripada madu.

Manusia diciptakan Allah dengan sifat yang tergesa-gesa. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 37, Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya. Dengan sifat bawaan seperti ini, sabar sudah pasti menjadi hal yang tidak pernah mudah untuk dilakukan oleh manusia.

Ketergesa-gesaan manusia tidak jarang menjerumuskan manusia kepada buruk sangka kepada Allah SWT. Seolah Allah SWT tidak mendengarkan doa manusia, karena semua yang diharapkan dalam doa tidak dikabulkan dengan segera. Pada celah itulah setan menggunakan kesempatan supaya manusia berputus asa atas rahmat Allah SWT. Padahal, Allah SWT melarang hambaNya untuk berputus asa. Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah (QS. Yusuf : 87)

Bersabarlah, segala sesuatu berjalan sesuai dengan waktunya. Tidak ada yang tergesa-gesa di alam semesta ini, selain kehendak manusia. Bulan tidak pernah mendahului matahari, bunga bermekaran pada musimnya, dan semua berjalan dengan ketentuannya. Semua makhluk Allah SWT bersabar menantikan waktu kapan peran mereka harus dimulai. Maka  dari itu, sebagai makhluk paling mulia, hendaknya manusia bisa meniru perilaku alam semesta dalam menanti takdir Tuhan. Terutama, selama bulan Ramadhan ini.

Tentang sikap sabar, Imam Ibnu Athailah dalam kitab Hikamnya memberikan satu Mutiara hikmah dari sekian untaian hikmah yang ia tulis. Janganlah keterlambatan masa pemberian Tuhan kepadamu, padahal engkau bersungguh-sungguh dalam berdoa, itu menyebabkan kamu patah harapan. Sebab Allah telah menjamin menerima semua doa dalam apa yang Ia kehendaki untukmu, bukan menurut kehendakmu, dan pada waktu yang ditentukan-Nya, bukan pada waktu yang engkau tentukan.

100 Views

Imam Maula Fikri, S.Kep.

Content Writer

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Gelombang 2 dari 01 Januari s/d 31 Maret 2025

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved