Berita / Artikel

Rasa Syukur Menentukan Keluasan Rizkimu

Rizki merupakan salah satu hal yang selalu diminta oleh manusia kepada Tuhannya. Rizki merupakan sesuatu yang pasti diberikan Allah SWT kepada setiap makhluknya, bukan hanya manusia. Hal ini sudah Allah SWT janjikan dalam surat Hud ayat 6. Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).

Dalam redaksi ayat tersebut sangat jelas bahwa semua makhluk, termasuk hewan Allah SWT sudah menjamin rezekinya. Hanya saja, masih banyak manusia yang merasakan khawatir tidak mendapatkan apa yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT. Tidak sulit bagi kita menemukan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana upaya manusia untuk mendapatkan rezeki. Bahkan tidak jarang menghalalkan cara-cara kotor, dan kasar yang jelas diharamkan oleh syariat agama.

Alangkah baiknya kita berfikir sejenak, mengapa hal tersebut bisa terjadi. Jangan-jangan selama ini kita salah memahami tentang konsep rizki. Mudah kita temukan pada kebanyakan manusia, yang mengira bahwa rizki hanya berupa uang dan harta benda lainnya yang mereka dapatkan dari usaha mereka. Seolah-oleh mereka lupa, hal terpenting dalam kehidupan manusia adalah bernapas. Karena sebanyak apapun harta yang kita miliki, jika kita tidak bernapas, tidak ada artinya rizki yang kita miliki.

Lalu hal yang kita lupa, bagi umat muslim, nikmat besar yang sering lupt dari ingatan manusia adalah nikmat iman dan islam. Dalam penjelasannya terhadap Kitab Al-Hikam, KH. Sholeh Darat menjelaskan iman dan islam dalam diri kita merupakan bukti bahwa kita mendapatkan petunjuk Allah SWT. Masih dalam penjelasan bab yang sama, beliau menjelaskan bahwa manusia bisa beriman dan melaksanakan syarita Islam bukan karena kemampuannya. Melainkan karena kasih sayang Allah SWT.

Sudut pandang yang sempit mengenai rizki yang dipahami sebagian besar manusia, membuat manusia sangat susah untuk bersyukur, seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya. Rasa syukur yang kurang inilah yang membuat rasa penerimaan, kelapangan dada, manusia menjadi sempit. Karena tidak adanya rasa penerimaan, manusia tidak memiliki rasa kecukupan. Karena kurangnya rasa kecukupan inilah, manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang mereka miliki.

Maka dalam kitab Al-Hikam, Imam Ibnu Athaillah mengatakan di antara bentuk kesempurnaan nikmat Allah kepadamu adalah jika Allah memberimu rezeki yang cukup dan menahan darimu apa yang dapat menyesatkanmu. Lalu, KH. Sholeh Darat menjelasknan kalam hikmah tersebut dengan mengutip sebuah hadits Nabi. Nabi Muhammad SAW bersabda, Bukannya kekayaan itu dengan banyaknya ahrta benda, akan tetapi kekayaan yang sesungguuhnya ialah kaya hati, jauh dari mencintai dunia.

Sangat jelas dari redkasi hadits tersebut bahwa kekayaan yang sesungguhnya bukanlah kaya harta. Kaya tidak diukur dari sebanyak apa harta benda yang kita kumpulkan, melainkan dari seberapa lapang kita menerima apa yang Allah berikan. Maka, kaya yang sesungguhnya adalah kaya hati.

76 Views

Imam Maula Fikri, S.Kep.

Content Writer

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Gelombang 2 dari 01 Januari s/d 31 Maret 2025

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved