Depok – Mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan positif, SMK Kesehatan Bhakti Insani sukses menggelar acara SmartTren Ramadhan 1447 H. Berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 24 hingga 25 Februari 2026, acara ini menjadi ajang bagi para siswa untuk “men-charge” iman sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Ritual Pagi: Membuka Hari dengan Cahaya Duha
Tepat pukul 08.00 WIB, suasana sekolah yang biasanya sibuk dengan materi medis berubah menjadi syahdu. Lantunan doa mulai terdengar saat seluruh siswa dan guru melaksanakan Sholat Duha berjamaah.
Setelah dibuka secara resmi oleh MC, acara dilanjutkan dengan pembacaan Dzikir dan Tahlil yang dipimpin oleh Bapak Imam Maula Fikri, S.Kep. Menariknya, nuansa kesehatan tetap terasa karena bimbingan rohani ini dianggap sebagai “detoksifikasi hati” agar lebih tenang dalam menjalankan ibadah puasa.
Tak berhenti di situ, para siswa kemudian berkumpul dalam kelompok yang telah ditentukan untuk Tadarus Al-Qur’an bersama, menciptakan harmoni lantunan ayat suci di setiap sudut sekolah.
Hari Pertama: Dosis Cinta lewat Shalawat :
Pada hari pertama (24 Februari), suasana semakin hangat saat Bapak Hasan Nadawi, S.Pd. naik ke podium. Beliau membawakan materi inspiratif bertajuk “Istimewanya Bershalawat kepada Baginda Rasulullah serta Amalan Baik di Bulan Ramadhan.”
Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa bershalawat adalah cara termudah bagi seorang pelajar untuk mendapatkan keberkahan ilmu. Beliau juga mengajak para siswa untuk mengoptimalkan “golden time” di bulan Ramadhan dengan perbuatan baik sekecil apa pun.
Hari Kedua: Riset Langit tentang Doa dan Lailatul Qadar :
Memasuki hari kedua (25 Februari 2026), materi yang disajikan terasa sangat “saintifik” namun tetap religius. Ust. Abdullah Sugiatno, S.Pd. membedah rahasia di balik Kiat agar Doa Dikabulkan Allah SWT.
Tak hanya soal teori doa, beliau juga memaparkan penjelasan menarik mengenai Penelitian terhadap Malam Lailatul Qadar. Penjelasan ini sukses memicu rasa penasaran siswa, menyandingkan fenomena alam dengan kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.
Penutup yang Khidmat :
Setelah sesi materi yang padat ilmu, rangkaian acara SmartTren ditutup dengan persiapan dan Sholat Dzuhur berjamaah. Raut wajah lelah karena puasa seolah tertutup oleh binar semangat baru setelah mendapatkan suntikan nutrisi spiritual.
Tepat setelah jamaah Dzuhur, para siswa pun diperkenankan pulang ke rumah masing-masing dengan membawa bekal ilmu agama yang siap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.




















