Berita / Artikel

Puasa Menajamkan Kecerdasan

Puasa secara bahasa berarti menahan diri dari sesuatu. Sementara dari segi syariat, puasa diartikan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan pada siang hari dengan niat melaksanakannya dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Adapun yang ditahan dari puasa ini adalah syahwat atau keinginan yang berkaitan dengan keinginan perut dan kemaluan. Penjelasan ini dapat ditemukan dalam kitab Al-Fiqhu Al-Islamy wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili.

Masih dalam kitab yang sama, Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan, puasa memiliki dampak positif bagi ruhani juga jasmani seseorang. Salah satu manfaat dari berpuasa adalah meningkatkan kecerdasan seseorang. Dalam kitabnya, Dr. Wahbah Az-Zuhaili, menukil salah satu ucapan Luqman Al-Hakim kepada anaknya. Wahai anakku, apabila perut terisi, maka pikiran tertidur, kebijaksanaan terdiam, dan anggota tubuh lamban untuk beribadah.”

Perut yang terisi penuh membuat seseorang tidak mampu berpikir secara optimal. Itulah mengapa sebabnya ulama-ulama kita terdahulu sangat berhati-hati perihal makan, agar mereka bisa mendapatkan kemurnian ilmu. Bahkan Imam Al-Ghazali menganjurkan bagi setiap pencari ilmu untuk selalu konsisten pada tiga hal selama proses belajarnya.

Pertama, mengurangi makan. Perut yang kenyang, apalagi terlalu kenyang, akan menyebabkan kelambatan berfikir. Seseorang saat kenyang cenderung mengantuk, jangankan untuk berpikir, sekedar aktivitas fisik sehari-hari saja cenderung malas. Kemalasan inilah yang akan menyebabkan seorang pencari ilmu menjadi bodoh.

Kedua, mengurangi berbicara. Karena terlalu banyak berbicara, apalagi membicarakan hal-hal yang sia-sia hanya akan menghabiskan waktu. Seseorang akan terlena dan hanyut dalam perbincangan sia-sia mereka, sehingga ia akan kehilangan waktunya untuk belajar. Ketiga, mengurangi tidur. Tidur yang terlalu lama, tidak sesuai dengan porsinya, juga akan menumpulkan pikiran, dan tentunya membuang banyak waktu yang sejatinya bisa digunakan untuk belajar.

Kembali lagi, dengan manfaat puasa untuk menajamkan pikiran. Dalam dunia neuroscience, saat ini pun mulai dilakukan penelitian terhadap hubungan puasa dengan peningkatan kecerdasan. Disebutkan bahwa otak memiliki enzim yang disebut dengan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang mengatur memori, pembelajaran, dan fungsi luhur manusia lainnya. Saat seseorang berpuasa, enzim ini meningkat, sehingga kemampuan yang berkaitan dengan memori dan pembelajaran pun menjadi lebih baik.

Tidak ada satupun hal yang disyariatkan oleh Allah SWT bagi hamba-Nya yang tidak memberikan manfaat bagi hamba itu sendiri. Untuk itu, sebagai hamba yang baik, kita harus bisa untuk selalu berbaik sangka kepada Sang Maha Pencipta Allah SWT.

112 Views

Imam Maula Fikri, S.Kep.

Content Writer

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Gelombang 2 dari 01 Januari s/d 31 Maret 2025

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved