Berita / Artikel

Tubuhmu Senang saat Berpuasa

Ada satu gaya hidup yang sedang digandrungi masyarakat urban belakangan ini. Intermittent Fasting, satu pola diet yang mengatur jam makan agar hidupnya lebih sehat. Dalam Intermittent Fasting, seseorang akan dilatih mengosongkan perutnya, dari sumber energi, termasuk gula, untuk memberikan kesempatan bagi tubuh melaksanakan tugasnya lebih maksimal lagi.

Ketika memulai Intermittent Fasting, orang yang menjalankannya akan mulai dengan berpuasa selama 6 jam. Dalam waktu 6 jam itu, ia tidak boleh memasukan sumber energi apapun ke dalam tubuhnya. Ia boleh minum, hanya minum air putih. Jika ia merupakan peminum kopi, kopi yang diminum pun hanya boleh kopi tanpa gula. Begitu pun dengan teh dan minuman lainnya. Setelah 6 jam, maka dia akan ‘berbuka puasa’.

Saat jam berbuka, mereka boleh memasukan makanan apapun ke dalam tubuhnya, sebelum jam makan tersebut usai dan jendela makan ditutup kembali. Lalu dia akan kembali berpuasa selama 6 jam, dan berbuka kembali. Begitu pola itu terus diulangi, hingga dia mampu melakukan puasa yang lebih lama. Bisa 12 jam, 18 jam, bahkan hingga 24 jam tanpa asupan gula.

Dengan asupan energi yang diatur sedemikian rupa, seseorang yang melaksanakan Intermittent Fasting akan merasakan perubahan besar dalam tubuhnya. Ketika melaksanakan Intermittent Fasting, tubuh akan membakar lemak sebagai cadangan energi tubuh. Proses ini dinamakan lipolysis. Dengan begitu, pembakaran lemak, membuat kadar lemak menurun. Dengan turunnya kadar lemak, maka berat badan orang yang melaksanakan Intermittent Fasting akan turun secara drastis.

Saat berpuasa juga, tubuh akan mengalami perbaikan sensitivitas insulin. Sebab tubuh tidak terus menerus dicekoki gula, sehingga insulin dapat bekerja dengan lebih baik. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang melaksanakan Intermittent Fasting lebih sedikit mengalami penyakit jantung koroner dan diabetes tipe 2. Dengan melakukan Intermittent Fasting juga, aktivitas mikroba di dalam usus seseorang menjadi lebih baik.

Mikroba-mikroba tersebut lebih rendah menyerap energi saat seseorang melakukan Intermittent Fasting. Dengan kondisi ini, berat badan seseorang akan lebih stabil. Disebutkan bahwa orang yang melaksanakan Intermittent Fasting memiliki berat badan yang lebih stabil hingga 6 bulan. Kemudian, saat berpuasa, tubuh akan melakukan detoksifikasi dengan mengeluarkan autofagi, sel yang memakan sel-sel rusak di dalam tubuh manusia. Dengan begitu, tubuh orang yang Intermittent Fasting akan jauh lebih sehat dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

Jika dengan pola diet Intermittent Fasting saja, bisa membuat tubuh manusia lebih sehat. Tidak mungkin rasanya, jika berpuasa selama 30 hari dalam tubuh manusia justru menjadi sakit. Justru ada hal yang perlu dipertanyakan jika setelah berpuasa di bulan Ramadhan kondisi tubuh kita tidak baik-baik saja. Sebab Nabi Muhammad pernah bersabda dalam haditsnya, berpuasalah maka kamu akan sehat. Rasanya tidak mungkin Nabi Muhammad SAW berbohong atas apa yang beliau ucapkan.

108 Views

Imam Maula Fikri, S.Kep.

Content Writer

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Gelombang 2 dari 01 Januari s/d 31 Maret 2025

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved