Berita / Artikel

Menjemput Lailatul Qadr (Bagian 5) Tenangkan Dirimu dengan Zuhud

Dalam pengajaran tasawuf dikenal satu konsep berakhlak dengan akhlak Allah, Takhalluq bi Akhlaqillah. Sebuah konsep yang mengajarkan internalisasi sifat-sifat Allah dalam diri manusia, selain sifat Al-Mutakabbir. Nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah, yang sebagaimana dijelaskan sebelumnya Akhlak beliau adalah Al-Qur’anul Karim.

Pengisian kembali cawan hati kita yang kosong, setelah dibersihkan melalui taubat merupakan proses tahalli dalam konsep tasawuf. Hati yang telah bersih dari segala dosa, termasuk dosa hati, akan mudah mendapatkan cahaya kebaikan yang termanifestasi dalam akhlak-akhlak baik sebagaimana Rasulullah contohkan.

Salah satu sifat Rasulullah yang perlu ditiru oleh setiap umatnya adalah sifat dermawan. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok paling dermawan yang patut dicontoh. Salah satu kisah kedermawanan Nabi Muhammad dikisahkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Anas RA

Dari Anas رضي الله عنه mengisahkan: “Pada suatu hari ada seseorang yang datang menemui Rasulullah, lalu beliau memberinya hadiah berupa kambing sebanyak satu lembah. Spontan lelaki itu berlari menemui kaumnya dan berkata kepada mereka: ‘Wahai kaumku, hendaknya kalian semua segera masuk Islam, karena sesungguhnya Muhammad memberi pemberian yang sangat besar, seakan ia tidak pernah takut akan kemiskinan”. (HR. Muslim)

Pada hadits tersebut, tergambar jelas bahwa Nabi Muhammad tidak takut menjadi miskin. Sifat seperti ini tidak mungkin muncul dari seoang manusia yang hatinya masih dipenuhi dengan keinginan duniawi. Dalam istilah tasawuf kemudian dikenal dengan istilah zuhud. Satu istilah yang menggambarkan kondisi hati manusia yang merasa cukup dengan segala pemberian dari Allah SWT, sehingga tidak menempatkan dunia dalam hatinya. Karena hanya ridho Allah SWT yang ia harapkan.

Orang yang dalam hatinya masih terdapat keinginan duniawi, akan diselimuti rasa khawatir kehilangan dunia dan kehidupannya. Padahal dalam kehidupan seorang muslim tidak ada yang lebih penting dan lebih agung dari keridhaan Allah SWT. Nabi Muhammad merupakan sosok yang sangat Zuhud dalam hidupnya.

Banyak dikisahkan dalam beberapa riwayat, bagaimana Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam saat itu hidup tanpa kemewahan. Pernah satu masa dimana Nabi Muhammad SAW mengganjal perutnya dengan batu, karena tidak ada bahan makanan yang dapat dimakan di rumahnya. Kejadian ini sampai membuat sayyidina Ali meneteskan air mata ketika mengetahui hal tersebut.

Maka, umat muslim selayaknya tidak menempatkan apapun dalam hatinya kecuali rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Cinta yang murni dan tulus, sehingga Allah SWT pasti membalasnya dengan keridhaan-Nya terhadap sang hamba. Dirinya dipenuhi dengan keridhoan dari Allah SWT. akan menjadi tenang dalam kondisi apapun, sebab ia tahu Allah SWT. tidak pernah mengingkari janjinya. Maka balasannya tidak lain adalah surga, seperti yang Allah SWT jelaskan dalam sebuah ayat di Al-Quran.

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai. Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. dan masuklah ke dalam surga-Ku!(QS. AlFajr : 27-30)

148 Views

Imam Maula Fikri, S.Kep.

Content Writer

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Gelombang 2 dari 01 Januari s/d 31 Maret 2025

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved