Berita / Artikel

Menjemput Lailatul Qadr (Bagian 7) I’tikaf Jangan Hanya Fomo

Sepuluh hari terakhir dalam bulan Ramadhan menjadi momentum bagi masyarakat muslim untuk mengencangkan ibadah mereka. Salah satu ibadah yang selalu dilakukan pada momen sepuluh hari tersebut adalah berdiam diri di masjid dan melakukan berbagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan ini dinamakan dengan I’tikaf.

Beberapa dekade terakhir, ada sebuah fenomena dimana masjid-masjid menyediakan fasilitas untuk para jamaah yang ingin beri’tikaf di dalam masjidnya. Bahkan ada beberapa masjid yang menyediakan lahan bagi jamaah I’tikaf untuk mendirikan tenda. Tidak hanya menyediakan fasilitas, namun juga pengurus masjid menyiapkan rundown kegiatan di dalamnya, termasuk menyediakan fasilitas santapan sahur dan berbuka. Bisa jadi, ini menjadi salah satu tren positif yang menunjukan meningkatnya antusiasme umat muslim Indonesia.

Dalam kitab Fiqh Islam wa Adillatuhu karya Syaikh Wahbah Zuhaili, I’tikaf secara bahasa diartikan berdiam diri, menetap, atau membiasakan satu pekerjaan dengan konsisten. Adapun secara syariat, Imam Syafi’I mendefinisikan I’tikaf sebagai berdiam diri di masjid oleh seseorang dengan niat yang khusus. Adapun tujuan dari I’tikaf, menurut Syeikh Wahbah Zuhaili, untuk mensucikan hati dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Penyucian hati itu dilakukan dengan cara melepaskan diri dari segala kesibukan duniawi dengan beribadah. Dari penjelasan tersebut, kita bisa menemukan satu benang merah bahwa I’tikaf merupakan proses mengatur kembali hidup kita. Selama 11  bulan sebelum bulan Ramadhan, mungkin kita semua tergesa-gesa dengan segala keinginan kita yang bersifat duniawi.

Kehidupan manusia modern, dikejar-kejar dengan target, dengan penuh ambisi. Semua hal tersebut seolah-olah harus tercapai, sehingga manusia modern di perkotaan khususnya, tidak memiliki waktu jeda untuk beristirahat. Bahkan terkadang, ada saja manusia yang merasa waktu 24 jam dalam satu hari itu kurang bagi mereka. Dengan disyariatkannya I’tikaf, manusia diajarkan untuk memanfaatkan jeda dalam hidupnya. Jeda tersebut kemudian digunakan untuk membangun keintiman antara dirinya dengan Tuhannya.

Maka I’tikaf bukan sekedar berdiam diri di masjid, atau bahkan hanya menginap di dalam masjid, terlebih untuk sekedar mengikuti trend beragama. Lebih dari itu, I’tikaf merupakan upaya mengembalikan sifat fitrah manusia. Manusia yang sebelumnya dipenuhi dengan ambisi dan keinginan duniawi, harus mengistirahatkan dirinya, mendiamkan dirinya, menenangkan dirinya melalui ibadah-ibadah yang disyariatkan, agar ia bisa menjauh dari semua ambisi duniawi dan kembali mendekat kepada Allah sebagai fitrah manusia.  

Sebab pada fitrahnya, manusia adalah makhluk yang mengakui Dzat yang Maha Satu, serta memiliki ketergantungan terhadap Dzat yang Maha Satu tersebut. Maka tidak heran jika orang yang beri’tikaf lalu mendapatkan keutamaan lailatul qadr akan merasakan ‘kelahiran’ kembali dirinya ke titik fitrah dirinya sendiri.

(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (QS. Al-A’raf : 172)

165 Views

Imam Maula Fikri, S.Kep.

Content Writer

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Gelombang 2 dari 01 Januari s/d 31 Maret 2025

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved