Berita / Artikel

Menjemput Lailatul Qadr (Bagian 2) Pintu Pengampunan

Sepuluh hari terakhir merupakan masa di mana Allah SWT. memberikan jaminan ampunan dosa bagi umat muslim yang melaksanakan puasa dengan baik. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

“Siapa yang menghidupkan bulan Ramadhan (dengan puasa atau ibadah) dengan iman dan mengharap pahala dari Allah Swt. maka diampuni dosanya yang telah lalu, dan siapa yang menghidupkan (beribadah) malam lailatul qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah subhanahu wata’ala maka diampuni dosanya yang telah lalu.”

Rasa-rasanya tidak ada satu manusia pun, terutama manusia era sekarang, yang terlepas dari dosa. Dengan segala kompleksitas zaman, umat manusia saat ini sangat mudah melakukan dosa. Baik dosa besar maupun dosa kecil. Kepastian manusia melakukan dosa, sudah pernah dijelaskan oleh Rasulullah SAW. 

“Setiap anak Adam (manusia) pernah berbuat salah (dosa), dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat.”

Secara eksplisit hadits tersebut menggambarkan sifat manusia yang pasti melakukan salah dan dosa. Maka dari itu, tidak layak bagi satu manusia manapun untuk merasa dirinya terbebas dari dosa. Sebaik-baiknya manusia bukanlah manusia yang tidak memiliki salah atau dosa. Namun sebaliknya, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mau mengakui kesalahan mereka dan kembali ke jalan Allah SWT, bertaubat.  Bahkan Allah melarang setiap muslim untuk merasa dirinya suci dari dosa. Seperti yang dijelaskan dalam Surat An-Najm ayat 32.

(Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji. Akan tetapi, mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa.

Untuk itu penting bagi setiap manusia untuk selalu merasa dirinya berdosa, agar tidak memunculkan dosa yang lebih besar yakni kesombongan. Orang yang memiliki sifat sombong akan melalaikan istighfar kepada Allah SWT. Padahal Istighfar sendiri merupakan salah satu bukti bahwa manusia membutuhkan Dzat yang Maha Pengampun, Allah SWT.

Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (QS. Fathir : 15)

Lailatul Qadr merupakan satu momen yang sangat baik bagi manusia untuk mengakui segala dosa-dosanya selama dia hidup. Pengakuan dosa tidak sekedar sebagai alat transaksi untuk mendapatkan tempat di surga. Melainkan sebuah kesadaran diri atas hinanya kita sebagai makhluk yang secara berani melanggar apa yang sudah ditentukan oleh penciptanya. Untuk itu, ada satu doa yang sangat dianjurkan untuk dizikirkan ketika kita melakukan I’tikaf pada 10 malam terakhir setiap bulan Ramadhan.

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

71 Views

Imam Maula Fikri, S.Kep.

Content Writer

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Gelombang 2 dari 01 Januari s/d 31 Maret 2025

Kategori

Artikel Terbaru

  • All Posts
  • Alumni
  • Artikel
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Kegiatan Siswa
  • Kerjasama Industri
  • Kurikulum & Pembelajaran
  • Pendidikan & Pelatihan
  • Prestasi & Penghargaan
  • Tips & Trick

Tags

Info Kontak

Temukan informasi lengkap tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani di website kami! dan Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan berita terbaru tentang SMK Kesehatan Bhakti Insani!

Edit Template

Tentang Sekolah Kami

SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang berkomitmen untuk melahirkan generasi yang terampil dibidang kesehatan dan memiliki karakter yang kuat serta siap berkontribusi dimasyakarat

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved